Putera kedua atau anak keempat dari pasangan suami istri Go Soei Noa dan Nyo Him Sioe ini yang lahir tahun 1951 ini atau akrab dipanggil Go See Hwie merupakan pengusaha yang bergerakan dibidang baut, mur dan alat-alat pertukangan ini terpilih menjadi ketua pengurus Yayasan Margo Utomo (MU) Surabaya periode ke-5 tahun 2013-2016 di Kowloon Palace International Restaurant Surabaya, Jalan Pemuda Surabaya, tanggal 28 Agustus 2013.
Tokoh yang sering dipanggil sebagai Gunawan Widodo menjabat sebagai wakil ketua di periode sebelumnya ini tercatat sudah 16 tahun bergabung bersama Yayasan MU. "Awalnya kami masih berbentuk perkumpulan kecil," sahutnya. Saat itu pria yang pendiam namun cerdas ini mengajak adiknya Go See Kim atau Agus Suryono untuk bergabung dalam perkumpulan ini. "karena ini adalah kegiatan bagi keluarga besar Go maka tercetuslah ide untuk mengajak adik saya sendiri," ceritanya. Disinggung mengenai perasaannya bisa terpilih menjadi ketua di Yayasan yang terhitung besar ini, A Hwie panggilan sehari-harinya berterima kasih dengan kepercayaan yang sudah diberikan. Menjadi seorang ketua bukanlah hal mudah. Diantaranya menyatukan keberagaman latar belakang sosial para anggotanya.
Sebahai kepala keluarga dari tiga anak-anaknya sejak umur 18 tahun ini selalu berpatokan pada motto hidupnya yakni: mendirikan rumah tangga yang bahagia. Keluarga itu seperti sebuah organisasi kecil. Organisasi bisa berjalan dengan sejahtera, kalau ketuanya mampu menciptakan rasa nyaman, rasa tentram, dan rasa memiliki kedaulatan bagi anggotanya. Hal ini tidak hanya diterapkan dalam keluarganya saja namun dalam kehidupan sehari-hari. Karena itulah saat membantu kepengurusan Yayasan MU inilah "Saya selalalu berpegang pada prinsip leluhur yakni selalu mengalah," jelasnya. "tidak mungkin dalam suatu organisasi semua selalu berjalan lancar, sehingga butuh diimbangi dengan sikap toleransi dan tepa salira yang tinggi antar anggota," tambahnya seraya tersenyum. "Sehingga kami semua sebagai pengurus saling bahu membahu membentuk suatu kelompok yang solid," tuturnya.
Cita-cita sebagai pemimpin, Widodo mengharapkan keberadaan dan partisipasi warga baru dari kalangan muda-mudi yang merupakan keturunan marga Go. "ini tidak hanya menjadi harapan saya pribadi tetapi juga seluruh anggota Margo Utomo, karena kami berharap adanya regenerasi yang bisa mewariskan cita-cita dari para leluhur," paparnya. Regenerasi ini diharapkan dapat meneruskan kerja keras para pendahulu, membangun Margo Utomo selalu lebih baik, berkiprah pada kebajikan yang luhur dan beriman.
Generasi muda juga dapat belajar banyak hal. Seperti bertukar pikiran dengan mereka yang lebih berpengalaman serta mendengarkan cerita para anggota yang sudah sukses. "Anggota kami disini siap untuk membantu mereka," jelasnya. Pengalaman seperti ini jarang didapatkan bahkan di sekolah sekalipun. Paling penting adalah bagaimana mereka bangga sebagai anggota keluarga besar marga Go.
Seperti motto kita yakni "berbakti, berbagi, melayani dan harmoni" menjadi titik acuan kami dalam menjalankan pengabdian kami selama tiga tahun kedepan dan diteruskan pada tahun-tahun selanjutnya. "Motto ini sudah mencakup segalanya, apapun yang kami lakukan selalu berpatokan terhadap motto yang sudah kita sepakati bersama," akunya. "Harapan saya semoga pengurus tahun Ini selalu solid sampai akhirnya," tutupnya. (Gladys)